Beyond the Scientific Way

Fahmi Amhar Official Blog

MUHASABAH & DOA

Tuesday, June 26th, 2007

Istighfar

Ya Allah,
Engkau beri kami mata, tapi kami sering gunakan untuk melihat yang tidak pantas kami lihat;
kami tidak menggunakannya untuk membaca ayat-ayat-Mu.
Engkau beri kami telinga, tapi kami sering gunakan untuk mendengar kata sia-sia;
kami tidak menggunakannya untuk mendengar nasehat.
Engkau beri kami lidah, tapi kami sering gunakan untuk berbohong dan menggunjing;
kami tidak menggunakannya untuk berdakwah, saling menasehati dalam kebenaran.
Engkau beri kami tangan, tapi kami sering gunakan untuk menzalimi orang dan menzalimi kami sendiri;
kami tidak menggunakannya untuk menyingkirkan kemungkaran.
Engkau beri kami kaki, tapi kami sering gunakan untuk melangkah menuju tempat maksiat;
kami tidak menggunakannya untuk pergi berjihad.
Engkau beri kami akal, tapi akal itu jarang kami gunakan untuk memikirkan bagaimana berhukum dengan syari’atMu, akal kami yang liar justru sering memakainya untuk memikirkan hal-hal yang kotor dan licik.

Ya Allah, andaikata Engkau cabut itu semua?
Kalau Engkau cabut mata ini, bagaimana kami bisa melihat indahnya dunia?
Kalau Engkau cabut telinga ini, tentu bagi kami dunia ini akan sunyi tanpa nada dan irama?
Kalau Engkau cabut lidah ini, tentu kami tak sanggup teriak minta tolong di kala ada marabahaya?
Kalau Engkau cabut tangan kami, bagaimana akan menangkis serangan yang menghujam dada?
Kalau Engkau cabut kaki kami, kemana kami akan berlari ketika bencana melanda?
Dan kalau Engkau cabut akal kami, kami tak tahu apakah kami ini binatang atau manusia?

Ya Allah

Engkau beri kami usia hingga setua ini, tapi kami sering lalai hingga usia itu berlalu percuma.
Nafas demi nafas Engkau berikan, tapi tidak menjadi amal apapun jua.
Sehat lebih menyertai hari-hari kami, tapi tidak membuat kami ringan untuk berjihad.
Cahaya matahariMu menerangi kami setiap hari, tapi kami justru mencari kegelapan.
Bumi yang Kau sediakan untuk berpijak, sering kami injak-injak dengan penuh kesombongan.
Langit yang Kau ciptakan sebagai atap, jarang mengingatkan kami kepada keagunganMu, padahal kami tidak pernah akan sanggup menguak rahasianya.

Ya Allah, kami sungguh ngeri,
bila detik-demi-detik yang telah Kau berikan,
di akherat nanti menuntut mengapa dia kami sia-siakan,
bila setiap molekul oksigen-Mu yang pernah kami hirup dengan cuma-cuma,
di hari kiamat nanti menuntut kami mengapa dia kami gunakan untuk maksiat kepada-Mu ya Allah,
bila kesehatan kami akan meringankan timbangan amal kami,
karena selama kami di dunia kami anggap ringan sehat pemberian-Mu ini ya Allah,
bila cahaya matahari-Mu membakar kami di padang mahsyar,
karena cahayanya yang ramah setiap pagi tidak menjadikan- kami mengingat kasih sayang-Mu,
bila bumi yang perkasa menghimpit kami di alam kubur,
karena selama di dunia kami dengan congkak berjalan di punggungnya,
bila langit yang agung menimpa kami di hari kiamat,
karena kami lupa keangungan penciptanya.

Ya Allah,

Orang tua sangat menyayangi kami, tapi kami hampir tak pernah membalas budi mereka.
Saudara dan kerabat menjaga kami  sejak kecil, tapi kami lama tidak bertutur sapa dengan mereka.
Tetangga menjaga rumah kami kalau kami pergi, tapi kami jarang peduli dengan kesulitan mereka.
Teman sejawat selalu membantu, tapi kami hanya ingat padanya ketika kami butuh lagi pertolongan mereka.
Pasangan hidup mendampingi kami di kala suka dan duka, tapi kami sering berkhayal pada orang selain dia.
Anak-anak kami adalah harapan kami kelak,
tapi kami tidak memperkenalkan mereka pada Tuhan dan Rasul Teladan mereka.

Ya Allah, Bila engkau cabut nikmat ini,

Andaikata dulu ibu kami mengaborsi kami,
lewat siapa lagi kami harapkan curahan Kasihmu ya Allah?

Andaikata kerabat kami memusuhi kami,
lewat siapa lagi kami harapkan Kau menanggung kami ya Allah?

Andaikata tetangga kami tak lagi peduli pada kami,
lewat siapa lagi kami harapkan Kau jaga rumah dan keluarga kami ya Allah?

Andaikata teman sejawat kami mengucilkan kami,
lewat siapa lagi kami harapkan Kau beri kesempatan kami maju ya Allah?

Andaikata pasangan hidup kami selingkuh di belakang kami,
lewat siapa lagi kami harapkan cinta-Mu ya Allah?

Andaikata anak-anak kami semua durhaka melawan kami,
lewat siapa lagi kami harapkan kebahagiaan dalam hidup kami dariMu ya Allah?

Oh Ya Allah, Ampunilah kami ya Allah,
selama ini kami tak juga mensyukuri nikmat yang begitu besar ini ya Allah.

Ya Allah

Engkau telah beri kami nikmat yang tak terhingga.
Engkau mengeluarkan kami dari rahim ibu kami tanpa membawa apa-apa.
Namun kini kadang-kadang ada makanan yang lezat terhidang di hadapan kami,
ada pakaian yang bagus menghiasi tubuh kami,
ada rumah tempat kami berlindung dari hujan dan terik matahari,
kami mudah menggunakan kendaraan ke tempat yang kami mau,
ada sejumlah uang di dompet atau rekening kami,
Dan ada pula sedikit banyak penghormatan yang disematkan orang pada kami,
Tapi mengapa kami masih suka mengeluh ya Allah, seakan nikmatMu tiada cukup,
Mengapa selama ini kami tak pandai mensyukurinya ya Allah?

Makanan lezat itu tidak membuat tubuh kami makin giat beribadah.
Pakaian bagus itu tidak membuat kami tergerak untuk menghias jalan-Mu.
Rumah megah itu tidak bercahaya oleh bacaan Qur’an dan Majlis orang-orang shaleh.
Kendaraan itu tidak membawa kami ke majlis ilmu maupun ladang-ladang jihad.
Uang yang banyak itu belum menjadi manfaat bagi kaum dhuafa atau anak-anak yatim.
Apalagi kehormatan ini, orang bertanya siapa yang telah mereguk manfaatnya.

Ya Allah,

Padahal mudah sekali bagiMu untuk meminta kembali apa yang Engkau titipkan,
Kau bisa kirim bakteri, sehingga makanan ini jadi berbahaya bagi manusia,
Kau bisa kirim jamur sehingga pakaian ini menjadi kusam dan busuk baunya,
Kau bisa kirim api, sehingga rumah ini terbakar sempurna,
Kau bisa kirim bencana, sehingga kendaraan itu rusak binasa,
Kau bisa kirim banyak masalah, sehingga uang yang banyak itu ludes seketika,
Kau bisa buka aib kami pada manusia, sehingga dari kehormatan itu justru malu yang ada,
Ya Allah, Engkau begitu menyayangi kami, sungguh kami manusia yang durhaka.

Ya Allah

Kau curahkan ilmu kepada kami, tetapi ilmu itu belum banyak kami amalkan dan kami gunakan untuk membawa manusia agar selalu ingat kepada-Mu.
Kau mudahkan kami sholat, tetapi sholat itu belum membuat kami mampu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar; pula sholat kami jauh dari khusyu’.
Kau mudahkan kami puasa, tetapi puasa kami belum membuat kami mencintai orang-orang yang lapar dan dahaga bertahun-tahun lamanya.
Kau mudahkan kami shodaqoh, tetapi masih terselip perasaan riya’ di dada.
Kau mudahkan kami berzikir, tetapi zikir kami sebatas di masjid dan rumah-rumah saja.

Sungguh malu kami menghadapMu ya Allah, apalagi memohon sesuatu kepadaMu.
Tapi bila tidak kepadaMu, kepada siapa lagi kami harus memohon?
Kabulkanlah permohonan kami yang hina berikut ini ya Allah.

Duhai Allah,

Jadikanlah mata ini penglihatanMu ya Allah, agar ia hanya melihat hal-hal yang halal dilihatnya.
Jadikanlah telinga ini pendengaranMu ya Allah, agar ia hanya mendengar hal-hal yang halal didengarnya.
Jadikanlah lidah ini gaung wahyuMu, agar manusia hanya merasakan kedamaian dan cinta dariMu.
Jadikanlah tangan ini perpanjangan Kasih SayangMu ya Allah.
Perjalankanlah kaki ini ke tempat-tempat yang Engkau ridha.
Dan selimuti akal ini selalu dalam cahaya kebijaksanaanMu – wahai Al-Hakim.

Duhai Allah,

Jadikanlah agar ilmu yang Kau bagi pada kami, bermanfaat dan menyelamatkan kami di dunia dan di akherat.
Jadikanlah agar harta yang Kau titipkan pada kami, selalu barokah bagi manusia, terutama kaum dhuafa.
Jadikanlah agar jabatan yang Kau amanahkan pada kami, senantiasa kami gunakan untuk melayani ummat, melindungi yang lemah dan tertindas, dengan menerapkan syari’atMu.
Jadikanlah keluarga kami keluarga yang penuh cinta, sakinah-mawaddah wa rahmah.
Jadikanlah anak-anak kami anak-anak sholeh, yang doanya akan menerangi kubur-kubur kami.
Jadikanlah makanan yang kami makan energi ibadah kami.
Jadikanlah pakaian yang kami pakai, manifestasi ketaqwaaan kami.

Duhai Allah,

Berilah pada mereka yang kesempitan, hati dan dunia yang lapang.
Berilah pada mereka yang sakit, kesembuhan dan sehat yang tidak melenakan.
Berilah pada mereka yang miskin, kekayaan yang tidak melalaikan.
Berilah pada mereka yang tertindas, kemerdekaan yang tidak memperdayakan.
Berilah pada mereka yang sendirian, jodoh-jodoh yang kepadaMu akan saling mendekatkan.

Duhai Allah,

Berilah hidayah pada para pemimpin kami, agar mereka mengurus dan melayani kami dengan syariatMu yang penuh berkah, dan jadilahkan kami bersatu dalam menerapkan syariatMu ya Allah.
Kami rindu dengan Rasulullah, dengan Khulafaur Rasyidin, dengan para Khalifah,

dengan keadilan, kemakmuran dan keberkahan yang diciptakan oleh penerapan SyariahMu,
dengan keberanian Thariq bin Ziyad ketika membakar kapalnya untuk menghapus keraguan pasukannya;
dengan kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz sehingga rakyat tak ada lagi yang pantas menerima zakat;
dengan kejeniusan Harun ar-Rasyid ketika membangun pusat-pusat ilmu pengetahuan di Baghdad;
dengan ketegasan al-Mu’tashim Billah yang menyerbu Romawi untuk membela kehormatan seorang muslimah;
dengan kemuliaan jihad Salahuddin al-Ayubi ketika memperlakukan Richard Lion Heart yang terluka;
dengan keyakinan Muhammad al-Fatih ketika masuk Konstantinopel untuk memenuhi nubuwah Rasul;
dengan ketegasan Sultan Abdul Hamid ketika menolak tawaran-tawaran zionis di Palestina;
Berilah kami nikmat sebagaimana Engkau telah beri nikmat kepada mereka ya Allah.
Kami yakin bahwa RasulMu benar, Khilafah ala minhajin Nubuwwah akan datang lagi,

Berilah kesempatan kami untuk menyaksikan kebesaranMu itu ya Allah,
dan berilah kami kekuatan dan kesabaran untuk menyumbangkan harta dan jiwa kami dalam perjuangan itu.
Amien ya Rabbal Alamien