Beyond the Scientific Way

Fahmi Amhar Official Blog
December 11th, 2007

Financial Spiritual Quotient

Fahmi Amhar

Sejak tahun 2004 sebenarnya saya mencoba mengembangkan sebuah training berjudul “FSQ” (Financial Spiritual Quotient).  Meski belum cukup serius dan resmi – belum didaftarkan di Kantor HaKI, saya sudah mencobanya ke berbagai kalangan.  Ada yang sifatnya komersial, misalnya perusahaan atau pemerintah daerah.  Namun banyak juga yang ke kalangan pelajar, mahasiswa, pemuda atau aktivis – yang tentu saja non profit.

Training ini dikembangkan karena berbagai latar belakang:
– Sejak lama saya memperhatikan banyak orang atau keluarga yang saya kenal yang kesulitan mengelola keuangannya.  Dapat berapapun selalu habis, akhirnya terbelit hutang.
– Sementara itu ada sejumlah kawan yang salah langkah dalam berbisnis atau berinvestasi.  Akhirnya pasca dapat pesangon puluhan juta malah terjerumus pada berbagai bisnis/investasi palsu, dan uangnyapun dapat dipastikan amblas.
– Kemudian saya melihat betapa banyak pelajar, mahasiswa atau pemuda yang jauh dari kemandirian secara finansial, atau tidak tahu cara belajar mewujudkan “tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”.
– Di samping itu saya melihat di berbagai kantor baik pemerintah, BUMN atau swasta, banyak pegawai yang kurang merasa memiliki asset institusi.  Uang digunakan secara royal, namun di sisi lain mereka takut pensiun karena dihadapkan penurunan penghasilan yang drastis.
– Sebagian lagi saya merasa tertantang untuk menerjemahkan prinsip-prinsip syariah pada kemampuan real seseorang dalam hal keuangan. Ekonomi syariah tidak cuma direduksi dalam Ahlaq, Zakat dan Anti Riba  (AZAR) saja.

Dari semua itu saya melihat strategisnya Kecerdasan Finansial Spiritual (FSQ).

Saya mencoba belajar – sebagian secara real dalam bisnis yang saya jalani, sebagian lagi di training-training sejak tahun 1985, dan sebagian lainnya secara virtual – dari tokoh-tokoh kecerdasan finansial dan spiritual dunia seperti Robert T. Kiyosaki, Donald Trump, Stephen Covey, hingga yang trainer-trainer lokal: Ary Ginanjar, Hermawan Kertajaya, Aa Gym, Safir Senduk dan Jamil AzZaini.  Sebenarnya masih banyak lagi nama lain yang pernah saya lihat VCD-nya atau baca bukunya.

Hasilnya adalah sebuah paket training dengan muatan seperti ini:

Materi Training

  1. The Value of Life (material – social – ethical – spiritual)
    & How to identify our value
  2. The Capital (spiritual – physical – intelectual – financial – emotional)
    & How to measure our Quotient (SQ – PQ – IQ – FQ – EQ) 
  3. Open Our Destiny (zeromind – be proactive – learn the universe – hear the soul – have vision – set priority – see bestpractices – do control – believe in angle)
  4. Financial Management (wise in consum, smart in investment, care in using loan, visionary in planing, multiple in protection)
  5. Vertical Investment (the power of [material] giving, knowledge sharing
    and human capacity-building)
  6. Iqtishady Games (simulation to improve the basic knowledge of shariah bussiness and simultaneously increase our Financial-Spiritual Quotient)

Tujuan training adalah untuk mengembangkan kecerdasan finansial yang berbasis spiritual, sehingga seseorang:
(1) memperoleh pencerahan spiritual tentang berbagai nilai-nilai sukses yang diperlukannya baik dalam kehidupan maupun dalam bisnis;

(2) memperoleh energi spiritual yang tak terhingga untuk memacu kemampuannya dalam meraih kesuksesan, terutama dalam bisnis dan finansial;
(3) mendapatkan tips & tricks untuk berinvestasi dan mengelola keuangan secara rasional dan syar’ie.
(4) mendapatkan motivasi untuk menjadikan segala yang dimiliki sebagai ladang amal untuk meraih kebahagiaan sejati.

Training diformat dalam bentuk aktivitas fisik (games, semi-outbond), dialog intelectual, emotional-coaching, spiritual-inspiring, dan simulasi finansial.  Setiap sesi selalu menyertakan 5 jenis kecerdasan manusia.  Peralatan audio-visual digunakan untuk mengoptimalkan penyerapan materi training.

Saya coba membagi kelas training saya dalam PROfesional (kalangan bisnis, perkantoran dan pemerintahan), REGular (peserta umum, suami-istri) dan STUdent (mahasiswa).

Paket Profesional (PRO) ditujukan untuk kalangan bisnis (swasta maupun BUMN), perkantoran (termasuk LSM), dan pemerintahan.  Tujuannya untuk meningkatkan kinerja individual maupun institusional dari peserta.  Durasi 24 jam (3 hari) – atau atas permintaan dapat dibuat 2 hari+1 malam selama weekend.

Paket Reguler (REG) ditujukan untuk peserta umum, baik pelaku bisnis maupun tidak.  Tujuannya untuk meningkatkan kinerja individual peserta dalam kehidupan, terutama untuk mengelola keuangan keluarga.  Durasi 12 jam (2 hari) – atau atas permintaan dapat dibuat 1 hari+1 malam selama weekend.

Paket Student (STU) ditujukan untuk mahasiswa.  Tujuannya untuk meningkatkan kinerja individual peserta dalam kehidupan, memunculkan semangat enterpreneur, dan mampu mengelola keuangan selama studi.  Durasi 6 jam (1 hari).

Selain itu ada juga Public Seminar dengan topik salah satu aspek pelatihan.  Durasi 2-3 jam.
Saya mengakui bahwa sayapun masih terus belajar untuk meraih FSQ yang ideal.  Dan dengan memberi training ini, saya merasa dapat belajar lebih banyak lagi.

Incoming search terms:

Tags: , ,

.

Leave a Reply