Beyond the Scientific Way

Fahmi Amhar Official Blog
May 23rd, 2006

PUISI PENGELANA: Istanbul (2)

Aku duduk di Masjid Biru di seberang Aya Sofia
Tempat Sultan Ahmet dulu duduk bersama rakyatnya
mendengar keluhan mereka
membalasnya dengan visi dan inspirasi fi sabilillah

Aku berdiri di depan Masjid Sulaemania
Tempat Sultan Sulaiman memberangkatkan mujahidinnya
Yang pernah sampai di depan pintu Wina
dengan semboyan
Tanah yang pernah diinjak kuda Sultan adalah bumi Islam

Aku melintasi teluk Tanduk Emas
Sambil terbayang pada Sultan Mehmet al Fatih
Yang menyeberangkan kapal-kapalnya dari Bosporus ke sana
Melewati daratan dan bukit-bukit terjal, tanpa terduga

Aku rindu pada masa-masa
ketika ummat ini masih memiliki kemuliaannya
dengan aqidahnya, syari’atnya, jihadnya
karena itu memunculkan ide-ide cemerlang dari otakknya

Aku ngeri dengan sekulerisme yang menyebar kemana-mana
Laksana virus yang menggerogoti akal dan jiwa manusia
Sehingga mereka selalu mencari hiburan pemuas nafsu dunia
Tapi harkat dirinya masuk ke kerangjang sampah sejarah
Terpuruk dan ternista

(Istanbul, Juli 2004)

Incoming search terms:

Tags: , , , ,

.

Leave a Reply