Beyond the Scientific Way

Fahmi Amhar Official Blog
October 11th, 2012

POLITIK itu …

Politik itu,

melayani umat sepenuh hati,
agar semua hak bisa diberi arti,
dan semua kewajiban bisa terpenuhi.

Politik itu,

mengkondisikan agar semua muslim bisa shalat,
meski shalat sendiri adalah persoalan ibadat,
bukan persoalan politik bulat-bulat.

Politik itu,

bagaimana agar setiap manusia mengenal Rabb-nya,
tidak cuma yang dekat dengan mushola,
atau yang pak ustadz masih saudara.

Politik itu,

menyelesaikan masalah sosial ekonomi hankam dan budaya,
dengan menggerakkan sumber daya manusia yang ada,
yang jumlahnya terbatas, dan kualitasnya masih ala kadarnya.

Politik itu,

bagaimana sebuah aktivitas yang aslinya tampak sederhana,
tapi bisa dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar manusia,
dan berdampak nyaris sepanjang masa.

Politik itu,

seni mempengaruhi orang-orang yang semula memusuhi kita,
menjadi minimal tidak menghalangi-halangi kita,
bahkan lama-lama mendukung kita.

Politik itu,

bagaimana memprovokasi perlawanan pada penjajahan nyata maupun maya,
agar manusia tidak saling memperbudak sesamanya,
tetapi hanya menghamba Allah semata.

Politik itu,

menyampaikan seluruh kebenaran pada orang yang tepat,
di tempat yang tepat, di saat yang tepat,
dengan uslub dan bahasa yang tepat.

Politik itu,

ketika logika ilmiah tidak seluruhnya dapat diterima,
ketika argumentasi bisnis dimentahkan realita,
dan ketika orang-orang bertanya tentang isu rahasia.

Politik itu,

seni menyelesaikan masalah orang-orang yang bersengketa,
tanpa membuat sebagian kehilangan muka,
tanpa membuat yang lain bertepuk dada.

Politik itu,

aktivitas para Nabi yang mulia,
untuk mengubah kehidupan manusia dengan kata-kata,
agar mereka menjadi hamba-Nya dan rahmat ke seluruh dunia.

Incoming search terms:

Tags: , , ,

.

Leave a Reply